Skip navigation

Zodiak berasal dari kata dalam bahasa Yunani Zoodiacos Cyclos Yang artinya Lingkaran Hewan.

Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. Jika diamati dari bumi, semua benda tatasurya (planet, Bulan dan Matahari) beredar dilangit mengelilingi lingkaran ekliptika. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. Rasi-rasi bintang tersebut adalah:

1. Capricornus: Kambing laut, Matahari berada di depan rasi ini selama 21 Jan – 16 Feb (26 hari)
2. Aquarius: Pembawa Air, Matahari berada di depan rasi ini selama 16 Feb – 11 Mar (24 hari)
3. Pisces: Ikan, Matahari berada di depan rasi ini selama 11 Mar – 18 Apr (38 hari)
4. Aries: Domba, Matahari berada di depan rasi ini selama 18 Apr – 13 Mei (25 hari)
5. Taurus: Kerbau, Matahari berada di depan rasi ini selama 13 Mei – 22 Jun (40 hari)
6. Gemini: Si Kembar, Matahari berada di depan rasi ini selama 22 Jun – 21 Jul (29 hari)
7. Cancer: Kepiting, Matahari berada di depan rasi ini selama 21 Jul – 10 Ags (20 hari)
8. Leo: Singa, Matahari berada di depan rasi ini selama 10 Ags – 16 Sep (37 hari)
9. Virgo: Gadis Perawan, Matahari berada di depan rasi ini selama 16 Sep – 31 Okt (45 hari)
10. Libra: Timbangan, Matahari berada di depan rasi ini selama 31 Okt – 23 Nov (23 hari)
11. Scorpius: Kalajengking, Matahari berada di depan rasi ini selama 23 Nov – 29 Nov (6 hari)
12. Ophiuchus: Pawang Ular, Matahari berada di depan rasi ini selama 29 Nov – 18 Des (19 hari)
13. Sagitarius : Si Pemanah, Matahari berada di depan rasi ini selama 18 Des – 21 Jan (34 hari)


Konferensi Kelautan Tingkat Dunia
WOC ’09

World Ocean Conference adalah konferensi kelautan dunia yang akan dihadiri oleh para kepala negara yang memiliki wilayah laut dan pantai, peneliti, organisasi non pemerintah, jurnalis, sektor swasta dan pengambil kebijakan untuk mencapai komitmen internasional dalam pembangunan sumber daya laut yang berkelanjutan dan kemakmuran untuk semua umat manusia

WOC is held because of the international agreements and conventions are important and have adequately accepted. However, there is a lack of political willingness to grieve forward and further implement such as agreements. WOC’ 09 will provide a platform where world leaders and decision makers will come together to make commitment for sustainable development of marine resources.

Given the fact that Indonesia the largest archipelago country and possesses the highest marine bio diversity in the world, the conntuk ference will strengthen Indonesia’s participation in the regional and international forum.

Gradual degradation of marine and fisheries resources has been related to over fishing, pollution, less prosperity of coastal and marine communities and climate change. Global effort to stop this trend is urgently required.

World Ocean Conference Topics

* Impacts of Global Climate Change on Oceans
* Marine Mega Biodiversity
* Marine Industries and Services
* Marine Hazard Mitigation
* Ocean as the Next Frontier

Indonesia Tourism

TourismMarch 2, 2008 11:35 pm

East Kalimantan

As a major producer of oil and timber; East Kalimantan is at present the most industrially advanced province of the island and the second largest province in Indonesia. It is also the home of the original inhabitants of Kalimantan, the Orang Gunung or Mountain People. The tribes are collectivelly called Dayak, although this name is not embraced by many tribes-people themselves, who prefer to be known by sepa¬rate tribal names such as Iban, Punan and Banuaq. Local tribes traditionally live in the communal longhouses called Lamin or Umaq Daru. They are built on wooden piles, sometimes 3 metres high as protection against wild animals and flooding. The Punan people are nomadic hunter-gatherers, and only use the longhouse at the height of the rainy season. Steeped in tradition, the interior of the longhouse is typically divided into separate family quarters with communal areas connecting each of the families. It is in the communal areas that village meetings are held and ceremonies performed, thereby reinforcing the strong tribal bonds in the face of rapidly advancing 20th century’s technology.

Guardian statues are normally placed in front of longhouses to protect them against evil’s spirits who bring disease and bad fortune. The more remote and traditional tribes-people have pierced earlobes, which over the year have become stretched by the weight of heavy gold or brass rings, and beautifully elaborate tattoos. Traveling along the extensive Mahakam river system is a fascinating adventure. Ri¬ver boats slide unobtrusively through heavily silt-laden waters, wild orchids drip off trees. Proboscis monkeys signal your arrival to the crocodiles and legendary hornbills. A 5,000 acre Orchid Reservation close to the village of Kersik Luwai cultivates 27 different species of orchild including the very rare “Cologenia pandura” the Black Orchid.

Tourist Office:

Jl. Kusuma Bangsa Balaikota Samarinda 75123 Phone (0541) 741669, 731447 Fax. (0541) 736866

Getting there:

Balikpapan is the gateway to East Kalimantan, Garuda Indonesia Airlines fly from Kuala Lumpur to Balikpapan via Jakarta. Balikpapan can be reach by flight directly from Jakarta, Manado and Surabaya as well as from Tarakan.

Tourism Events

Erau Festival, Tenggarong Mahakam River, East Kalimantan. Catch a rare glimpse of Dayak and their culture during the Erau festival. The event is held on Sept’ 08 to celebrate Tenggarong, Founding as the capital city of an ancient kingdom several centuries ago.

Places of Interest


Samarinda is a capital of East Kalimantan province known for its fine sarong. The Garden of Mulawarman University has the education forest with 62.4 ha arboretum, about 12 km north of Samarinda. A number of modest but comfortable hotels availablein Samarinda.


Balikpapan, the center of Kalimantan’s oil industry, is also the gateway to East Kalimantan with air and sea connections to Jakarta and other major points in Indonesia. Balikpapan has a major number of good hotels, including one of the international standard, as well as recreation facilities. It has the second-busiest airport in the nation after Jakarta.

Tanah Merah Indah-Lempake

Tanah Merah Indah-Lempake. This is recreational park called Tanah Merah Indah-Lempake ith a water fall, located 16 km from downtown Samarinda. It can be reached by car or public transportation.


Tenggarong, up to Mahakam river from Samarinda, is the capital of Kutai regency and was once the seat of the Kutai sultanate. The Sultan’s palace at the riverside is now a museum where the old royal paraphernalia are kept, as well as an excellent collection of antique Chinese ceramics. Dayak statues can be admired in the yard. A curious thing about the royal paraphernalia is that they display a strong resamblance with Java’s court traditions. Every 24th of September, the former palace becomes a stage of dance and music performances given to celebrate the town’s anniversary.


Berau. Found here are the remains of a king called the Keraton Gunung Tambur and The Keraton Sambaling.

Tanjung Isuy

Tanjung Isuy. This litle settlement around Lake Jempang, in the lake-studded East Kalimantan hinterland, has a traditional Da¬yak longhouse which has been turned into lodges for visitors. The grave of a Benuaq Dayak chief lies aside the hamlets’s only only road. Visitors are usually given a traditional Dayak Benuaq welcome. The trip over Tanjung Isuy over the Mahakam River is along but interesting one past floating village and forest scenery. See the magic dance of the “belian” a Dayak tribe‘s doctor. Dressed in skirt of leaves, cures his patients at night by performing the rites prescribed by ancestors to the frenzied accompaniment of gongs and drums. Many Benuaq Dayaks still prefer the old cures to the modern ones at the government public health centers which are nearby.

Derawan and Sangalaki Islands

‘Derawan and Sangalaki Islands 3 hours by long boat from Tanjung Redep in the north, you can reach Derawan Island. There are many rare animals such as the green turtle, the scarlet turtle, star fruit turtle and sea cow. Derawan and Sangalaki islands hold an amazing marine environment, including fabulous coral formations, canary crabs, green turtles and pearls.

Muara Ancalong

Muara Ancalong-Muara Wahau Dances at the Kenyah Dayak are often performed here for visitors at a traditional longhouse.
Comments (0)
TourismSeptember 30, 2007 3:39 pm


Dieng adalah sebuah kawasan di daerah dataran tinggi di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa Dieng terbagi menjadi Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Kidul, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Kawasan ini terletak sekitar 26 km di sebelah Utara ibukota Kabupaten Wonosobo, dengan ketinggian mencapai 6000 kaki atau 2.093 m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin. Temperatur berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Bahkan, suhu udara terkadang dapat mencapai 0°C di pagi hari, terutama antara Juli—Agustus. Penduduk setempat menyebut suhu ekstrem itu sebagai bun upas yang artinya “embun racun” karena embun ini menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Obyek wisata

Beberapa peninggalan budaya dan cagar alam telah dijadikan sebagai obyek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Berikut beberapa obyek wisata di Dieng.

* Telaga Werna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung
* Telaga Pengilon
* Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa)
* Kompleks Candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Gatotkaca, Bima
* Gua Semar
* Sumur Jalatunda
* Mata air Sungai Serayu.


Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda Kuna “Di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari Bahasa Sunda karena diperkirakan sebelum tahun 600 daerah itu didiami oleh Suku Sunda dan bukan Suku Jawa.

Kompleks Candi Dieng

Comments (0)
TourismJune 20, 2007 5:17 am

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.

Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.

Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.

Patroli Gajah di TN Way kambas

Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakan gajah sekitar 290 ekor.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.

Atraksi budaya di luar taman nasional:Festival Krakatau pada bulan Juli di Bandar Lampung.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi :

Cara pencapaian lokasi: Bandar Lampung-Metro-Way Jepara menggunakan mobil sekitar dua jam (112 km), Branti-Metro-Way Jepara sekitar satu jam 30 menit (100 km), Bakauheni-Panjang-Sribawono-Way Jepara sekitar tiga jam (170 km), Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas sekitar dua jam.
Kantor: Jl. Raya Way Jepara
Labuan Ratu Lama, Lampung
Telp. (0725) 44220
Dinyatakan Menteri Pertanian, Tahun 1982
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 14/Menhut- II/1989 dengan luas 130.000 hektar
Ditetapkan Menteri Kehutanan, SK No. 670/Kpts-II/1999
dengan luas 125.621,3 hektar
Letak Kab. Lampung Tengah dan Kab. Lampung
Timur, Provinsi Lampung
Temperatur udara 28° – 37° C
Curah hujan 2.500 – 3.000 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 – 60 m. dpl
Letak geografis 4°37’ – 5°15’ LS, 106°32’ – 106°52’ BT
Comments (0)
Tourism 5:15 am

Museum Geologi Bandung

Geologisch Laboratorium terletak di Rembrandt Straat (sekarang Jalan Diponegoro) diresmikan penggunaannya pada tanggal 16 Mei 1929, bertepatan dengan berlangsungnya Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik IV yang diselenggarakan di Bandung.

Meletusnya Perang Dunia ke-2 pada akhir tahun 1941, menyebabkan seluruh koleksi dan data penting geologi lainnya harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman, yaitu ke sebuah gedung di Jalan Braga.

Pada masa pendudukan Jepang, kegiatan Geologische Dienst (Museum Geologi) mulai dikenal oleh masyarakat dan namanya dirubah menjadi Kagyoo Zimusho, yang kemudian berubah lagi menjadi Chisitsu Chosajo pada tahun 1943. Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Museum Geologi dikelola oleh putera-putera Indonesia di bawah pimpinan Arie Frederick Lasut dan Sunu Sumosusastro.

Di tengah berjalannya penelitian geologi, agresi Belanda pada tahun 1949 menyebabkan kegiatan sedikit terganggu. Setelah Djawatan Geologi terbentuk pada tahun 1952, penelitian geologi di Indonesia kembali berjalan dengan lebih terencana.

Renovasi atas Museum Geologi, pernah dilakukan pada tahun 1980 dengan tidak merubah bentuk arsitektur aslinya yang bergaya art deco, hal ini karena bangunan Museum Geologi termasuk ke dalam salah satu bangunan cagar budaya yang dijaga kelestariannya.

Untuk mengantisipasi perkembangan fungsinya, melalui Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Pemerintah Indonesia melakukan kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam kegiatan renovasi Museum Geologi. Berdasarkan nota kesepakatan kerjasama yang ditandatangani oleh kedua pihak pada tanggal 25 Maret 1999, Pemerintah Jepang memberi bantuan dana hibah dalam penyediaan peralatan peraga yang berkaitan dengan pendidikan, penelitian, dan sistem dokumentasi, adapun Pemerintah Indonesia menyediakan dana pendamping yang dipergunakan untuk renovasi interior gedung.

Peresmian dan pembukaan kembali Museum Geologi dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 22 Agustus 2000, dirangkaikan dengan Simposium Internasional Museum Geologi yang bertema”Menuju Masa Depan: Museum Geologi dalam Perubahan Dunia” yang diikuti oleh para pakar ilmu kebumian dan museum dari Jepang, Inggris, Belanda, Australia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan lainnya.

Museum Geologi, sebagai salah satu Unit Pelaksana teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, saat ini memiliki beragam koleksi dari jenis batuan, mineral, fosil, dan beberapa artefak dari seluruh wilayah daratan kepulauan Indonesia.

Dipandang dari sudut koleksi, Museum Geologi merupakan museum terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. Koleksi tersebut diarsipkan, disimpan, dan didokumentasikan dengan sistem kompurisasi; tercatat sekitar 250.000 contoh batuan dan mineral serta 60.000 fosil dari berbagai jenis dan umur.

Dalam perjalanan fungsinya, Museum Geologi saat ini mencakup fungsi sarana penelitian, pendidikan, dokumentasi, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian dan juga sebagai objek wisata. Dengan penataan peraga yang lebih runtut serta sentuhan teknologi modern, saat ini Museum Geologi terasa lebih atraktif dan komunikatif, sehingga dapat lebih diminati dan dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat umum ataupun para ilmuwan kebumian.

Bagi yang hendak berkunjung, Museum Geologi dibuka pada hari Senin – Kamis pukul 09.00 – 15.30 WIB, Sabtu – Minggu pukul 09.00 – 13.30 WIB, Jum’at dan hari libur nasional lainnya tutup.
Comments (0)
Tourism 5:14 am

Kebun Raya Bogor, wisata kelas dunia

Awam yang memasuki area Kebun Raya Bogor yang luasnya 87 Ha pasti merasa bingung. “Mulai dari mana, ya?” Lantaran tak paham itu banyak orang lantas hanya berputar-putar tanpa juntrungan sambil coba-coba mengeksplorasi sendiri bagian-bagian yang dianggap menarik. Padahal, menurut Ir. Sugiarti, kepala seksi jasa ilmiah Kebun Raya Bogor, dari sisi koleksi dan kegiatan ilmiahnya, kebun raya ini tercatat sebagai kebun botani terbaik no. 6 di dunia dan no. 1 di Asia Tenggara. Sebagai museum hidup, kebun raya yang berada di tengah Kota Bogor ini mempunyai 3.504 spesies, terbagi dalam 1.273 genera dan 199 famili. Untuk menikmatinya, pada tahun 1997 diterbitkanlah Empat Rute Jalan Kaki dengan Panduan Kebun Raya Bogor sebagai buku penuntun bagi pengunjung. Bunga bangkai sang primadona Rute satu membutuhkan waktu sekitar 60 menit, bisa dilalui kereta anak dan kursi roda. Sejumlah objek menarik bisa ditemui, antara lain laboratorium Treub, koleksi palem, hutan bambu, kuburan tua Belanda, dan sisi belakang Istana Bogor. Rute ini diawali dari pintu masuk utama yang dihiasi arca manusia-gajah, Ganesha. Lepas dari pintu gerbang utama, terbentanglah jalan sepanjang 450 m, Jalan Kenari I. Namanya diperoleh dari pohon-pohon kenari (Canarium commune) yang menghiasi kedua sisinya. Deretan pohon yang indah itu ditanam atas prakarsa Johannes Elias Teysmann, kurator dan penata taman, pada tahun 1932. Tanaman keluarga Burseraceae ini berasal dari Maluku. Disebut pohon kenari lantaran bentuk buahnya seperti perut burung kenari. Isi biji buahnya dapat dibikin kue. Tempurungnya yang keras bisa “disulap” jadi cincin, kalung, atau gantungan kunci. Di perempatan pertama Jalan Kenari I, sebelum monumen Lady Olivia Marianne Raffles, kita belok ke kiri untuk berjalan di bawah pergola yang di musim hujan digelayuti bunga-bunga hijau tanaman kuku macan. Lurus ke depan, di sisi kiri jalan aspal terdapat Laboratorium Treub, khusus untuk penelitian Fisiologi dan Biokimia Tumbuhan. Di sebelahnya, berdiri rumah direktur Kebun Raya yang lama, yang sekarang sudah berubah fungsi jadi rumah-inap tamu kebun raya. Rumah inap ini dibangun tahun 1884 bersamaan dengan didirikannya laboratorium botani oleh Dr. Milchior Treub. Laboratorium yang kemudian disebut dengan namanya itu telah mengalami perluasan tahun 1914. Sedangkan rumah inap bisa disewa masyarakat umum dengan tarif Rp 40.000,- per orang per kamar semalam, termasuk sarapan pagi. Di seberang rumah inap nampaklah kebun hutan dengan pepohonan besar menaungi tanaman di bawahnya. Ada beragam suku bawang-bawangan, ararut, dan temu-temuan. Pada blok XI B dan XII B tumbuh spesies Amorphophallus titanum alias Bunga Bangkai yang beken itu. Termasuk suku araceae (talas-talasan), Bunga Bangkai berasal dari Sumatra. “Tanaman ini merupakan maskot Kebun Raya Bogor,” tutur Sugiarti berpromosi. Meski dipublikasikan pertama kali tahun 1878 oleh Beccari, ahli botani asal Italia, baru 1915 Kebun Raya Bogor mulai mengoleksi tanaman ini. Keunikannya, ia memiliki 2 siklus hidup, yaitu generatif dan vegetatif. Fase vegetatif ditandai oleh pertumbuhan batang, akar, dan daun dari umbinya. Ketika tiba fase generatif muncul tunas bunga berbentuk kerucut. Warna-warni bunganya, paduan antara violet, kuning, merah darah, dan hijau kekuning-kuningan, membuatnya amat mempesona. Sesudah 4 – 6 minggu, bunga akan mekar sempurna tapi … mengeluarkan bau busuk, seperti bau bangkai. Bunga yang tergolong raksasa ini pernah mekar mencapai ketinggian lebih dari 2 m. Sayang sekali fase pembungaannya cukup lama, berkisar 2 – 5 tahun. Di blok III terdapat kawasan hutan bambu, dengan pekuburan Belanda di tengahnya. Tahun 1920, dua orang ahli ilmu burung (ornitologis) asal Belanda, H. Kuhl dan J.C. van Hasselt, meninggal dan dikuburkan di sana. Yang paling baru adalah makam Prof. Dr. A.A.J.G.H. Kostermans yang meninggal tahun 1994. Pantas saja ia dimakamkan di sana, setelah selama sekitar lima puluh tahun dengan tekun mempelajari botani di Indonesia. Hingga akhir hayatnya ia berkantor di Herbarium Bogoriense, di seberang Kebun Raya. Keluar dari hutan bambu, berbelok ke kanan, kita akan sampai di ujung Jalan Kenari I. Dari situ tampak sisi belakang Istana Bogor. Adakalanya kawanan rusa axis (Axis-axis) yang lucu karena totol-totol putihnya asyik merumput di hamparan rumput hijau. Cikal-bakal rusa-rusa ini sebenarnya berasal dari India. Mereka diimpor oleh gubernur jenderal Belanda ketika masih tinggal di sana. Dari sepasang kini rusa totol itu telah berkembang biak menjadi ratusan ekor. Di sepanjang Jalan Kenari I kita dapat menikmati keindahan Kolam Gunting yang membentang di sisinya. Ada pulau kecil di tengahnya, penuh tumbuhan dan meriah dengan celoteh kawanan burung kowak (Nycticorax nycticorak). Selain itu ada burung-burung tamu, seperti kuntul perak kecil dan burung udang/cekakak. Kebun Raya Bogor dapatlah disebut “pulau surga” tempat berlindung aneka burung, di tengah kota yang makin pengap. Tercatat lebih dari 50 jenis burung berlindung di sini. Pagi hari, sebelum banyak pengunjung berdatangan, kicauannya amat marak. Ada kepodang, ada kutilang. Burung khas Kebun Raya Bogor yang lain adalah walik kembang yang pemalu tapi suara “wouk-wouk”-nya tak dapat disembunyikan. Bertemu “Ratu Malam” Koleksi pandan, palem, Kolam Victoria, dan kesempatan mampir di Cafe Botanicus, ada di Rute Dua. Rute ini juga dimulai dari perempatan Jalan Kenari I tapi belok ke kanan. Pemandangan spektakuler langsung menyongsong kita dari jarak 20 meter: pohon Koompassia excelsa. Kempas atau kayu raja memiliki akar papan menakjubkan sebagai penunjang batang pohon yang tingginya mencapai 50 m dengan diameter 1,5 m. Pantas diberi atribut pohon raksasa. Pohon asal Kalimantan ini berkayu sangat kuat, keras, dan berat. Kulitnya bisa untuk obat rematik. Pohon dari keluarga polong-polongan yang mulai langka ini sudah berusia 85 tahun. Di blok II A dan II C terdapat tanaman penghasil serat rami, suatu suku tumbuhan yang banyak jenisnya dan menghasilkan serat yang kuat dan awet untuk tali temali, tikar, jaring ikan, dsb. Belok kanan, kita menuju koleksi pandan dengan perakaran yang indah dan tatanan daunnya berbentuk spiral. Beberapa meter setelah melewati jembatan di atas aliran S. Ciliwung, lurus ke depan, di sebelah kanan terdapat Kolam Victoria dengan beragam tumbuhan airnya. Teristimewa teratai raksasa atau Victoria amazonica dari kawasan amazon, Brasil. Daunnya bergaris tengah 1 – 1,5 m. Bunganya yang indah, berwarna putih muncul seminggu sekali. Uniknya, warnanya berubah merah jambu setelah 2 – 3 hari. Di kawasan subtropis, tanaman ini hanya berbunga setahun sekali dan cuma semalam. Mekarnya pun tengah malam, sehingga tanaman ini sering disebut “queen of the night” alias “Ratu Malam”. Dalam perjalanan kembali ke awal rute II, persis di pinggir Kolam Gunting kita akan berjumpa dengan pohon tertua di Kebun Raya Bogor. Tanaman dari bagian selatan Cina ini ditanam tahun 1823, namanya Litchi chinensis. Meski masih subur dan sehat, “kakek” berusia 176 tahun ini sudah enggan berbuah lagi. Padahal, karena masih satu keluarga dengan rambutan, rasa buahnya pun mirip rambutan. Rute Dua berakhir setelah menyusuri Jalan Kenari I kembali ke pintu utama. Mampir di Cafe Botanicum Sama dengan Rute Satu dan Dua, Rute Tiga dimulai dan berakhir di pintu utama. Rute III mengikuti rute II sampai ke blok 1 K, lalu lurus ke Taman Meksiko. Di sana, sebagian besar merupakan tanaman asli daerah kering atau semi di Amerika Latin. Setelah melewati jembatan gantung pertama (ada dua jembatan gantung di sana), sebelum sampai di Cafe Botanicus, ada kawasan mirip hutan alam. Ada koleksi paku-pakuan dan tanaman rempah-rempah. Juga dijumpai kayu besi/ulin (Eusideroxylon zwageri). Kayu ini tercatat paling berat, paling keras, dan paling awet (bisa bertahan 80 tahun). Satu meter kubik kayu ini beratnya 1.200 kg. Sehingga terutama digunakan untuk bangunan pelabuhan dan bantalan rel kereta api. Selepas Cafe Botanicus, melewati kolam Victoria, kita menyeberang S. Ciliwung lagi. Begitu belok ke kiri terdapat sebagian besar dari 288 spesies palem yang dimiliki Kebun Raya. Inilah koleksi palem paling lengkap di dunia. Ada aren dan lontar. Keduanya merupakan palem penghasil gula. Pohon lontar dewasa (dengan lima tandan bunga) bisa menghasilkan sekitar 6,7 l nira per hari. Kelapa (Cocos nucifera) dan kelapa sawit (Elaeis guineensis) sebagai penghasil minyak goreng. Pohon induk kelapa sawit yang turunannya sekarang tersebar di seluruh Asia Tenggara berasal dari Kebun Raya Bogor. Pohon induk ini telah mati pada 15 Oktober 1989, tapi anakannya bisa dilihat di Kebun Raya Bogor. Rotan merupakan kelompok palem yang paling banyak digunakan sebagai bahan anyaman berkualitas tinggi. Palem hias, antara lain pinang merah, palem hitam, dan palem raja. Di seberang koleksi palem-paleman ini terlihat pohon damar (Agathis dammara) “berbuah” kalong, sehingga disebut pohon kalong. Kalong buah (Pteropus vampyrus) aktif mencari makan selepas matahari terbenam. Daerah jelajahnya meliputi radius 40 – 50 km. Binatang ini bermoncong mirip anjing, berat badan hingga 1,5 kg, dan rentang sayap mencapai 1,5 m. Kawanan kalong memilih tempat tinggal di pohon-pohon tinggi bertajuk tipis. Barangkali demi kenyamanan dan keamanan. Namun mereka terpaksa harus berpindah-pindah pohon, karena kotoran dan air kencingnya lama-kelamaan bisa menyebabkan daun-daun pohon itu berguguran, dahan patah, dan akhirnya pohon mati. Rute ini berakhir dengan mengitari kolam air mancur, berbelok ke kiri untuk menuju ke pintu utama. Banyak pohon Tarzan Rute Empat dimulai dari Cafe Botanicus menuruni jalan aspal ke arah kanan menuju ujung Jalan Astrid. Nama itu adalah kenangan manis saat Putri Astrid dari Belgia datang berbulan madu bersama suaminya, Pangeran Leopold, tahun 1928. Pohon-pohon damar di kedua sisi jalan ini ditanam tahun 1931. Memotong Jalan Astrid, kita menyusuri jalan aspal di sisi kiri padang rumput. Di kanan jalan nampak anggrek macan menempel ketat di sebatang pohon. Jenis anggrek ini berbunga dua tahun sekali. Panjang tangkai bunganya 1 – 2 m, dengan lebih dari 100 bunga pada setiap tangkainya. Luar biasa. Sebelum melintasi jembatan gantung merah (jembatan gantung kedua), dapat diamati keseluruhan Jalan Kenari II. Di kedua sisi jalan, pohon-pohon kenari menjulang dan seolah dililit tanaman liana, yang dikenal sebagai pohon Tarzan. Tanaman merambat itu melingkar, melilit dan meliuk seperti ular. Selewat jembatan, lurus melewati makam Mbah Jepra terdapat dua pohon raksasa. Yang berkulit licin coklat-hijau adalah jenis beringin (Ficus albipila), diduga merupakan spesimen satu-satunya di Indonesia. Satu lagi pohon meranti bunga (Shorea leprosula) yang ditanam tahun 1870. Dari posisi tanaman besar ini, ada jalan setapak menanjak di sisi pagar istana. Melihat ke arah balik pagar Istana Bogor, kembali kita mengintip pemandangan tenang nan damai ratusan rusa totol sedang merumput di halaman depan istana. Lurus menyusuri jalan setapak di sisi pagar istana ini, kita lalu belok ke Kolam Air Mancur, selanjutnya berakhir di pintu utama Kebun Raya. Ingin lebih sip lagi, sewalah pemandu. Ada pemandu berbahasa Indonesia, Inggris, Belanda, Jerman, atau Jepang. Tinggal pilih. Nyatalah Kebun Raya menawarkan wisata bermutu kelas dunia. Kenapa tak mencobanya?
Comments (0)
TourismJune 14, 2007 10:15 pm


Kalau mau menghambur2 kan uang blanja [spending money] ke YOGYAKARTA ajah. DIJAMIN TIDAK RUGI malah kepuasan yang didapat. Buktinya aku kejogya pringas pringis secara dang adong hepeng [tak da duit] tapi masih tetep bisa juga belanja.

Kejogya lapar mata ditemani oleh tyas [design interior advi yk] lan cuplis [ad-benang merah adv] hunting 2 kali ke seputaran malioboro [ bringharjo, mirota batik] berikut ini RESULT NYA

tas corak batik vintages alias lawas Rp.30.000 plus
[ga sengaja didalamnya ada bantal kerajinan seharga Rp.30.000] –> hitung2 beli 1 gratis 1 :p
TAwarnya Rp.85.000
kegunaan : travelling, jalan2, gaul, kontras untuk dandanan vintages jawa

—> sendal japet corak batik seharga Rp.10.000
TAwarnya Rp.35.000
ukuran 42 [lanang or wadon]
kegunaan : sendal ke kamar tidur, santai
pantangan tidak boleh kena air [rusak]

—> baju pinggang princes corak daun seharga Rp.17.500
TAwarnya Rp.50.000
kegunaan : ke kantor, jalan2

—-> rok jarit
seharga Rp.20.000
TAwarnya Rp.65.000
kegunaan : kekawinan, santai, kontras untuk bergaya jawa

—> dompet corak batik seharga Rp.6000 TAwarnya Rp.45.000
kegunaan : ke kawinan bisa digunakan juga untuk acara tak resmi
di dalam nya ada kacanya untuk bersolek
[gb nya agak blur]

—> dakon model ikan cucut
bisa dilipat [mobile], bisa dibawa kemana-mana
seharga Rp.20.000
TAwarnya Rp.65.000

tampak setelah dilipat tikar enceng gondok, aku beli 2 biji
ukuran 1 m x 2,35m
Seharga Rp.17.500
TAwarnya Rp.40.000
kegunaan : untuk tidur, nongkrong, lesehan, praktis,
nyaman digunakan bila basah langsung di keringin
semakin kuat eceng gondoknya.

seharga Rp. 1.000 —>[jgn liat harganya ya]
TAwarnya Rp.2000
kegunaan : tempat pencil, model slot

sebetulnya aku mau tawar Rp.500 karna penjualnya sudah tua renta dan kasian banget aku cm tawar Rp.1000 sebanyak 5 biji.
Yang ini aku mo kasi oleh-oleh buat yang dateng duluan di BH-I cuman 3 biji [limited edition]

Akhirnya liburan panjang kemarin aku ke-jogya, client ku aku giring ke jogya alhamdulillah deal.
Thank’s GOd. Asli menyenangkan sekali melupakan jakarta yang fu*Kin tight work.
keterangan : foto dadakan memakai Hp V3 pink ku yang lcdnya pecah.
Comments (0)
TourismJune 12, 2007 11:03 am

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Daerah Bukit Barisan Selatan dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka Margasatwa pada tahun 1935 dan menjadi Taman Nasional pada tahun 1982. Pada awalnya ukuran taman adalah seluas 356.800 hektar . Tetapi luas taman saat ini yang dihitung dengan menggunakan GIS kurang-lebih sebesar 324.000 Ha.

BBSNP terletak di ujung wilayah barat daya Sumatera . Tujuhpuluh persen dari taman (249.552 hektar) termasuk dalam administrasi Wilayah Lampung Barat dan Wilayah Tanggamus, dimana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Bagian lainnya dari taman mencakup 74.822 hektar (23% dari luas taman keseluruhan) dan berada di Wilayah Kaur dari provinsi Bengkulu. Sumatera Selatan juga sangat penting bagi tumpang-tindih perbatasan taman dengan perbatasan provinsi.

BBSNP memiliki beberapa hutan dataran rendah di Sumatera yang terakhir kali dilindungi. Sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga dari spesies yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (lebih sedikit dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 hewan dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan macan Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 hewan).

BBSNP tercakup dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di Bumi yang paling mencolok dari sudut-pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian Badak Sumatera melalui Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi BBSNP sebagai ÒUnit Pelestarian Macan IÓ (Wikramanayake, dkk., 1997), yaitu daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian macan di dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.

Sayangnya, hilangnya habitat sehubungan dengan konversi hutan menjadi pemukiman, pengolahan dan perkebunan telah menjadi ancaman utama bagi taman dan kelangsungan hidup spesies yang terancam di dalamnya. Pelanggaran terhadap hak atas perkebunan kopi, merica, dan pertanian lainnya secara lambat-laun merambah ke taman dan memberi kontribusi pada hilangnya habitat secara substansial. Pembukaan hutan di BBS juga mendatangkan ancaman serius lainnya terhadap spesies: perburuan.

Sasaran keseluruhan dari proyek Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah menjamin stabilitas atau peningkatan populasi Badak, Gajah dan Macan Sumatera.

Yang menjadi tujuan adalah :

Menghentikan kecenderungan pelanggaran hak dan penebangan kayu ilegal di dalam taman dan daerah sekitarnya; Menurunkan angka kejadian perburuan satwa; Menetapkan mata pencaharian yang ramah dengan lingkungan bagi kelompok masyarakat dan meningkatkan penghasilan melalui Conservation Conscious Community Network (3CoNet) [Jaringan Masyarakat Sadar Akan Pelestarian]; Mendidik dan menumbuhkan kesadaran di antara para pengambil keputusan, para penegak hukum, dan masyarakat umum mengenai pelestarian dan perundang-undangan keanekaragaman hayati terkait dengan BBSNP; Mengkaji rencana spasial dan kebijakan hutan terkait Wilayah Lampung Barat dan Tanggamus agar selaras dengan pelestarian Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Comments (0)
Tourism 11:02 am

Objek Wisata di Daerah Manado ( Sulawesi Utara )

Berwisata ke kota Manado sungguh sangat menyenangkan. Banyak pilihan bagi wisatawan untuk berekreasi dan ber wisata ria. Dari wisata alam seperti taman laut Bunaken, keindahan pantai, tempat hiburan rakyat, pusat perbelanjaan, hingga restoran, ada di kota ini.

Bagi wisatawan yang menyukai alam pantai sebagai tempat rekreasi masih di dalam kota, maka kota Manado-lah tempatnya. Pesona keindahan pantainya dapat disaksikan dari kawasan Malalayang sampai kawasan Bolevard yang ada dipusat kota.

Kawasan Malalayang memiliki pesona pantai yang cukup indah. Di sekitarnya terdapat sejumlah kafe yang dibangun di tepi pantai. Seluruh kafe itu menawarkan berbagai macam hidangan sea food dengan ikan bakar sebagai sajian utamanya. Karenanya, masyarakat menyebutnya ikan bakar Malalayang.

Malam, Goyang Lidah

Lain lagi suasana petang di Kawasan Bolevard. Pengunjung dapat menyaksikan panorama alam dengan Pulau Manado Tua di tengah lautan. Ketika matahari mulai tergelincir ke ufuk barat, maka proses terjadinya Sunset dapat disaksikan dengan jelas.

Seiring dengan terbenamnya matahari, kawasan Bolevard menjadi ramai oleh penjual makanan. Mereka menggelar jualannya di sejumlah tenda di pinggiran pantai.

Hidangan yang tersedia terdiri dari; nasi goreng, bakso, gado-gado, tinutuan, dan lain-lain. Harganya pun relatif murah. Para pengunjung dapat memilih sesuai selera yang diinginkannya.

Kawasan Bolevard tampaknya telah menjadi pusat jajanan “goyang lidah” pemuas selera makan di malam hari di Kota Manado. Suasananya mirip Pantai Losari di Kota Makassar. Banyaknya pengunjung yang datang ke tempat itu, membawa rejeki bagi para penjual makanan

Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. Primadona pariwisata kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken, yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam sekitar ½ s/d 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi.

Objek wisata lain yang menonjol di kota Manado adalah Kelenteng Ban Hin Kiong di kawasan Pusat Kota yang dibangun pada awal abad 19, Museum Negeri Sulawesi Utara, dan Monumen (Tugu Peringatan) Perang Dunia Kedua.

Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik, salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland, khususnya di Minahasa, yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. Objek-objek wisata tersebut antara lain, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Panorama pegunungan dan Danau Tondano, Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan.

Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang, yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Sampai tahun akhir tahun 2001, terdapat 67 buah hotel/penginapan, 15 buah travel biro, 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas.

Oleh karenanya meskipun cukup terpengaruh oleh krisis ekonomi dan situasi nasional yang kurang kondusif, tetapi pariwisata di kota Manado tetap berlangsung. Pada tahun 1998 kunjungan wisatawan mancanegara adalah 34.509 Orang, menjadi 11.538 Orang pada tahun 2000 dan agak meningkat pada tahun 2001 menjadi 12.301Orang. Sedangkan wisatawan nusantara pada tahun 1998 berjumlah 432.993 orang, kemudian turun menjadi 279.014 orang pada tahun 2000 dan terakhir pada tahun 2001 agak meningkat menjadi 291.037 orang

Taman Laut Bunaken Manado Tua

Di atas Semenanjung Sulawesi Utara, Indonesia terletak sekelompok lima pulau- pulau yang membentuk taman nasional laut Bunaken Manado Tua. Taman ini mempunyai luas tanah dan laut 75.265 hektar yang terus berkembang dan dilindungi oleh pemerintah Sulawesi Utara. Taman laut ini diresmikan oleh mentri kelautan tanggal 15 Oktober 1991.

Bunaken mempunyai paling sedikit 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan – ikan tropis dan terumbu karang. Lebih dari 150 spesies dari 58 genus di Pantai Bunaken. Lebih dari 3.000 spesies ikan berenang dalam kawasan “Segi Tiga Emas” Papua Nugini, Filipina, dan Indonesia. Bunaken secara Biologis dan strategis terletak di “segi tiga” ini.

Di sebelah Utara Bunaken terletak Laut Sulawesi yang mempunyai kedalaman melebihi 19.800 kaki. Bunaken tidak jauh letaknya dari Manado, kurang lebih 5.000 kaki (15 menit dari Pantai Manado).

Jenis megalit lain yang menarik, yang terdapat di Minahasa ialah batu bergores yang ditemukan di Kecamatan Tompaso. Oleh penduduk setempat batu bergores ini disebut sebagai watu pinawetengan. Batu ini merupakan bongkahan batu besar alamiah, sehingga bentuknya tidak beraturan. Pada bongkahan batu tersebut terdapat goresan-goresan berbagai motif yang dibuat oleh tangan manusia. Goresan-goresan itu ada yang membentuk gambar manusia, menyerupai kemaluan laki-laki, menggambarkan kemaluan perempuan, dan motif garis-garis serta motif yang tidak jelas maksudnya. Para ahli menduga bahwa goresan-goresan tersebut merupakan simbol yang berkaitan dengan kepercayaan komunitas pendukung budaya megalit, yaitu kepercayaan kepada roh leluhur (nenek moyang) yang dianggap memiliki kekuatan gaib sehingga mampu mengatur dan menentukan kehidupan manusia di dunia. Oleh sebab itu, manusia harus melakukan upacara-upacara pemujaan tertentu untuk memperoleh keselamatan atau memperoleh apa yang diharapkan (seperti: keberhasilan panen, menolak marabahaya atau mengusir penyakit) dengan menggunakan batu-batu besar sebagai sarana pemujaan mereka. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan tempat tempat bermusyawarahnya para pemimpin dan pemuka masyarakat Minahasa asli keturunan Toar-Lumimuut (nenek moyang masyarakat Minahasa) pada masa lalu, dalam rangka membagi daerah menjadi enam kelompok etnis suku-suku bangsa yang tergolong ke dalam kelompok-kelompok etnis Minahasa. Sampai saat ini batu bergores yang sudah ditemukan di Minahasa, baru watu pinawetengan, terdapat di wilayah kerja Kawangkoan namun dapat dianggap sebagai temuan yang cukup penting dan dapat dimasukkan sebagai monumen sejarah, khususnya sejarah kebudayaan masyarakat Minahasa.
Comments (0)
TourismJune 7, 2007 6:02 am

Dunia Fantasi

Dunia Fantasi atau disebut juga Dufan merupakan tempat hiburan yang terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol (Ancol Jakarta Baycity), Jakarta Utara.
Logo Dufan 2006
Logo Dufan 2006

Dunia Fantasi memiliki maskot seekor kera bekantan.

Kawasan hiburan

Dunia Fantasi adalah bagian dari Taman Impian Jaya Ancol yang terdiri dari 4 bagian; Dunia Fantasi, Seaworld Indonesia, Petualangan Air Atlantis dan Pantai Marina.

Dunia Fantasi dibagi dalam beberapa kawasan dengan tema tersendiri dan ciri khas wilayah masing-masing. Pembagian kawasan ini ditujukan untuk membangkitkan imajinasi pengunjung, dimana mereka diharapkan merasakan sensasi berjalan jalan pada daerah Jakarta jaman dahulu, Eropa, Amerika, Indonesia, Asia dan kawasan hiburan.

Selain atraksi permainan, kawasan ini juga memiliki sejumlah restoran dan toko toko suvenir.

Luas Dunia Fantasi mencapai 9.5 hektar (perlu konfirmasi) dari rencana pembangunan 552 hektar kawasan hiburan terpadu Taman Impian Jaya Ancol.

Kawasan Jakarta

* Turangga Rangga

Merupakan ciri khas taman permainan di Kawasan Jakarta. Permainan ini berupa sebuah komidi putar yang dilengkapi 40 kuda tunggangan dan dihiasi ribuan lampu kerlap-kerlip berwarna warni yang meriah.

Kawasan Balada Kera

* Balada Kera

Adalah panggung yang menyajikan musik operet karikatural yang diperankan oleh 23 boneka animatronik, berbentuk gorila dan simpanse. Kesemuanya digerakkan dengan teknologi buatan Indonesia.

* Ubangga
* Safari Game

Kawasan Indonesia

* Alap-Alap
* Balon Race
* Jungkang Jungking
* Kunang Kunang
* Undur Undur

Kawasan Eropa

* Beng Beng
* Kicir Kicir

Sebuah kincir raksasa yang akan memutar penumpang ke segala arah.

* Maxima

Merupakan panggung pertunjukan dimana biasanya para musisi, koreografer serta dramawan terkenal di negeri ini mementaskan karyanya. Artis yang pernah mementaskan karyanya disini, antara lain adalah Guruh Soekarno Putra, N. Riantiarno, Harry Rusli dan lainnya.

Kawasan Hikayat

Kawasan ini merupakan daya tarik utama dari seluruh wilayah dufan. Disinilah lokasi permainan yang paling mendebarkan yang mengutamakan kecepatan, naik turun, menikung tajam, berputar di kumpulkan menjadi satu.

* Arung Jeram
* Burung Tempur
* Halilintar

Halilintar beroperasi sejak tahun 1987. Dalam satu rangkaian kereta terdapat 6 gerbong, dimana dalam satu gerbong memuat dua baris dan dua kolom tempat duduk. Total kapasitas dalam satu rangkaian kereta adalah 24 penumpang.

* Hikayat Game
* Ombang Ambing
* Ontang Anting
* Perang Bintang

Adalah wahana yang dibangun dengan latar lingkungan masa depan. Pengunjung dipersiapkan seakan akan sedang mengarungi angkasa luar dengan menaiki kendaraan semacam piring terbang yang dilengkapi dengan persenjataan laser.

* Pontang Panting
* Rajawali
* Teater Simulator

Kawasan Amerika

* Lorong Sesat

Lorong Sesat, terdiri dari lorong berdinding kaca sepanjang lebih dari 90 meter, memberi refleksi tak terbatas sehingga terasa seakan tak ada dimensi ruang

* Niagara

Kereta luncur Niagara gara, yaitu perahu berbentuk balok kayu yang meluncur bertualang mengikuti arus air. Kemudian, pada klimaksnya, naik setinggi 30 meter dan terjun seolah-olah mencebur mengikuti air terjun sungai-sungai di Amerika.

* Poci Poci
* Rango Rango

Di rumah miring Rango Rango, bangunan rumah kayu bergaya country, pengunjung akan menikmati pengalaman aneh, seolah-olah kehilangan orientasi gravitasi.

* Tembak Jitu

Arena Tembak Jitu akan membawa pengunjung ke alam Wild West, di mana ketangkasan menembak akan diuji dengan sasaran tembak 100 boneka animatronik.

Kawasan Istana Boneka

* Istana Boneka

Istana ini dirancang dengan nuansa gabungan 10 gaya bangunan arsitektur Indonesia, yang distilir hingga menjadi sebuah bangunan baru, dan berwarna-warni sehingga memberi kesan semarak dan unik. Di dalamnya, sambil berperahu, pegunjung diajak menjelajahi dan merasakan beragam budaya etnis seluruh nusantara maupun berbagai bangsa, diiringi lagu rakyat setempat yang mengesankan. Ada sekitar 600 boneka animatronik. Wahana ini merupakan bangunan tertutup yang dilengkapi dengan penyejuk ruangan.

Kawasan Asia

* Baku Toki
* Bianglala

Merupakan Kincir setinggi 33 meter. Adalah salah satu bangunan tertinggi di Dunia Fantasi, bila kita berada di bagian atas kincir, kita akan dapat melihat cakrawala laut serta bangunan-bangunan seisi Dunia Fantasi. Bianglala dibangun dengan arsitektur dan ornamen bernuansa warna khas Thailand.

* Gajah Bledug
* Kora Kora

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk (HTM) Dunia Fantasi pada hari biasa Rp. 70,000/ orang dan pada hari Minggu/ hari besar lainnya Rp. 100,000/orang (update May 2006) Harga tiket masuk tidak termasuk Rp. 10,000/ orang yang dibebankan untuk masuk gerbang utama Taman Impian Jaya Ancol.

Jam buka : 11:00 – 20:00 Buka setiap hari.

Comments (0)
Tourism 5:59 am

Taman Mini Indonesia Indah

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan wisata budaya di Jakarta yang menggambarkan wilayah Indonesia yang besar dalam bentuknya yang kecil.

cakmoki Blog

sharing informatika kedokteran, kesehatan masyarakat dan keseharian

Oleh-oleh Stroma: PDA di Bidang Kedokteran

Diterbitkan Maret 10, 2008
Tags: , , , , , , , , ,

E-Learning: Mobile dan Ubiquitous Learning di Bidang Kedokteran

Beruntung bisa jumpa Mas Dani, senior saya di bidang Informatika Kedokteran dan dunia per-Blog -an. Dokter yang ganteng ini (dan lebih muda dari fotonya) ) …ehm …mengawali presentasi dengan prolog sebagai berikut:

Siap atau tidak, era teknologi informasi akan dihadapi pula oleh pelaku bidang kedokteran dan kesehatan. Dukungan teknologi informasi dinyatakan berpeluang meningkatkan keselamatan pasien, pelayanan dan pendidikan kesehatan. Kemudahan dan kepraktisan yang dijanjikan oleh perangkat dan sistem teknologi informasi tentu memerlukan penelitian, pembahasan dan eksplorasi lebih lanjut.

Beliau menuturkan bahwa dengan teknologi informasi ( menggunakan perangkat penunjang ) proses pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. (diharapkan juga oleh siapa saja khususnya pelaku bidang kedokteran dan kesehatan). Kemudahan akses yang ditawarkan oleh perangkat teknologi informasi memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi yang tepat waktu dengan pilihan berbagai format. Salah satu perangkat genggam populer saat ini adalah PDA (Personal Digital Assistant). Perangkat mini layaknya komputer ini dapat dimanfaatkan sebagai arsip digital (teks, buku, gambar, animasi, dll) untuk memenuhi kebutuhan informasi dan mobilitas penggunanya. PDA generasi baru (mahal gak?) memungkinkan kita untuk berbagi informasi online melalui teleconference, diskusi online ataupun sebagai pengendali presentasi offline yang terhubung langsung dengan LCD proyektor, menggunakan kabel atau nirkabel.

Dalam presentasinya, dr. Dani juga menjelaskan berbagai jenis dan contoh pemanfaatan PDA di negara lain (kapan di sini mas ?) serta review aplikasi PDA untuk pendidikan kedokteran. Di balik kelebihan yang ditawarkan PDA, tentu ada beberapa kekurangan yang diharapkan memicu kita untuk mengembangkannya disertai pula strategi penerapannya di bidang kedokteran.

Mainan baru bernama PDA ini tergolong masih asing bagi kebanyakan pelaku medis ( di Indonesia), kecuali di negara maju yang pemakaiannya sudah mencapai 64% (di US). Karenanya, diperlukan penghasutan sosialisasi berkesinambungan tanpa kenal lelah untuk memanfaatkan PDA sebagai salah satu pilihan perangkat penunjang di bidang kedokteran dan kesehatan. Dengan makin berkembangnya PDA disertai tawaran fitur nan menakjubkan dan harga yang relatif terjangkau, maka PDA bukan tidak mungkin menjadi bagian dari para pelaku bidang kedokteran layaknya stetoskop.

Nah, bagi yang berminat mengenal dan ingin mengetahui seluk beluk PDA, silahkan menguhubungi dr. Dani Iswara)

_qmeta=”qc:adt=0;bti=cakmoki+Blog;lan=id;dat=20080310;pti=Oleh-oleh+Stroma%3A+PDA+di+Bidang+Kedokteran;own=cakmoki86″;_qacct=”p-18-mFEk4J448M”;quantserve(); <p><img src=”; style=”display: none” height=”1″ width=”1″ alt=”” /></p> st_go({blog:’570093′,v:’wpcom’,post:’387′,subd:’cakmoki86′}); ex_go({x_theme:’k2′,x_lang:’id’,x_dc:’dfw’,x_adt:’0′,x_public:’1′,x_gl:”,x_mapped:’0′,x_loggedin:’1′,x_noads:’loggedin,seen,commented,firefox,notsearch’,x_ads:’no’,x_pagetype:’permalink’,x_postage:’2to7′,x_posttag:’health’}); addLoadEvent(function(){linktracker_init(570093,387);}); adminbar=adminbar.replace(/%%BLOGHOST%%/g, ‘’); adminbar=adminbar.replace(/%%BLOGHOME%%/g, ‘;); adminbar=adminbar.replace(/%%BLOGTITLE%%/g, ‘cakmoki Blog’); adminbar=adminbar.replace(/%%EDITLINK%%/, ‘

  • ‘); adminbar=adminbar.replace(/%%URL%%/, ‘’, ‘mg’); document.write(adminbar); if ( document.createElement ) { var q = document.getElementById(‘wpcombar’); var r = document.createElement(‘div’); r.innerHTML = q.innerHTML; q.parentNode.removeChild(q); r.setAttribute(‘id’, ‘wpcombar’); = ‘1001’; document.body.insertBefore(r, document.bod

    Telur Paskah

    Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

    Langsung ke: navigasi, cari

    Cokelat telur Paskah

    Cokelat telur Paskah

    Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa dimana telur merupakan simbol musim semi. Di masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru. Dewa musim Semi, yang bernama “Eostre” adalah dewa yang disembah pada perayaan “vernal equinox”. Nama dewa ini juga yang akhirnya dipakai untuk menyebut hari Paskah, “Easter” (bahasa Inggris).

    Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena hari Paskah memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim Semi. Perayaan musim Semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi kegembiraan meninggalkan musim dingin. Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan hadiah.

    Membagi-bagikan telur pada hari Paskah akhirnya diterima oleh gereja selain untuk merayakan datangnya musim Semi, juga karena telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan. Dalam Kristen, telur mendapatkan makna religius, yaitu sebagai simbol makam batu dimana Yesus keluar menyongsong hidup baru melalui Kebangkitan-Nya. Selain itu ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa Paskah, yaitu karena dulu telur merupakan salah satu makanan pantang selama Masa Prapaskah. Umat Kristen sejak awal telah mewarnai telur-telur Paskah dengan warna-warna cerah, meminta berkat atasnya, menyantapnya, serta memberikannya kepada teman dan sahabat sebagai hadiah Paskah.

    Tradisi telur Paskah berkembang di antara bangsa-bangsa Eropa Utara dan di Asia. Tetapi, di Eropa Selatan dan juga di Amerika Selatan, tradisi telur Paskah tidak pernah menjadi populer.

    Tujuh Keajaiban Dunia Purba

    Berikut disenaraikan hasil binaan yang digelarkan tujuh keajaiban mengikut tarikh binaan:

    Keajaiban Tarikh Pembina Musnah Punca
    Piramid Agung Giza 2650-2500 SM Mesir masid wujud N/A
    Taman Tergantung Babylon 600 SM Babylonia selepas abad pertama SM gempa bumi
    Kuil Artemis di Ephesus 550 SM Lydia, Parsi, Yunani Purba 356 SM terbakar
    Berhala Zeus di Olympia 435 SM Yunani purba antara abad ke-5 dan ke-6 M terbakar
    Makam Maussollos di Halicarnassus 351 SM Parsi, Yunani Purba sebelum 1494 M gempa bumi
    Patung Raksasa Rhodes 292-280 SM Yunani Hellenistik 224 SM gempa bumi
    Rumah Api Iskandariah abad ke-3 SM Mesir Hellenistik 1303-1480 M gempa bumi

    Valentine’s Day

    From Wikipedia, the free encyclopedia

    Jump to: navigation, search

    Valentine’s Day
    Valentine's Day
    Saint Valentine, bishop of Terni, oversees construction of his basilica at Terni. 14th century French ms. Paris, workshop of Richard de Montbaston.
    Also called St Valentine’s Day
    Observed by Western and Western-influenced cultures
    Type Cultural, multinational
    Significance Lovers express their feelings to each other
    Date February 14
    Observances Sending greeting cards and gifts, dating.
    Related to The Night of Sevens, a Chinese holiday that also relates to love. White Day, a similar holiday celebrated in Japan and Korea one month after Valentine’s Day.

    Valentine’s Day or Saint Valentine’s Day is a holiday celebrated on February 14. In the Americas and Europe, it is the traditional day on which lovers express their love for each other by sending Valentine’s cards, presenting flowers, or offering confectionery. The holiday is named after two among the numerous Early Christian martyrs named Valentine. The day became associated with romantic love in the circle of Geoffrey Chaucer in the High Middle Ages, when the tradition of courtly love flourished.

    The day is most closely associated with the mutual exchange of love notes in the form of “valentines.” Modern Valentine symbols include the heart-shaped outline and the figure of the winged Cupid. Since the 19th century, handwritten notes have largely given way to mass-produced greeting cards.[1] The sending of Valentines was a fashion in nineteenth-century Great Britain. In the United States, the imported fashion leading to a mid-nineteenth century Valentine’s Day trade was a harbinger of further commercialized holidays in the United States to follow.[2]

    The U.S. Greeting Card Association estimates that approximately one billion valentines are sent each year worldwide, making the day the second largest card-sending holiday of the year behind Christmas. The association estimates that women purchase approximately 85 percent of all valentines.[3]






    var Guestbook_Name = “bayou”; var num = Math.random(); num = Math.round(10000 * num); var Window_Name = “Web_Post_Network_” + num;“; + Guestbook_Name, Window_Name, “width=400,height=80,resizable=0”);

    Carlos Slim Helú


    Net worth: $67.8 billion
    Company: Telmex, América Móvil, Grupo Carso

    What? Telecommunications are IT. The fact that Carlos Slim may not be as known worldwide as some other people on this list doesn’t mean he doesn’t pack 67.8 billion dollars. Add Rupert Murdoch’s wealth to that of Bill Gates and they still barely overtake Carlos, and that says a lot. If you wonder how he got here so fast, it’s due to his company América Móvil’s stock jumping a whopping 27% in the second quarter of 2007.

    2. William H. Gates III

    Bill Gates

    Net Worth: $59.2 billion
    Company: Microsoft

    Now you’re sorry you gave all that money to charity, eh Bill? Being number two kinda sucks, but don’t worry, Microsoft’s long term online strategy will…oh, wait. In any case, Bill Gates has been numero uno for so long we were kinda used to him in this spot. Frankly, we expected him to be overtaken by those two kids from Google, but the telecoms magnate instead reigned supreme. Bill is actually focused on giving away his fortune to good causes from now on, and has said previously that he doesn’t care much for being the richest man in the world.

    3. Lawrence Ellison

    Lawrence Ellison

    Net Worth: $21.5 billion
    Company: Oracle

    Oracle? Bo-ring. Ellison has been able to lurk near the top 10 overall for quite some time now, and although he’s slowly slipping the ranks (at one point in time in 2000, he was the richest man in the world), he’s still doing really, really well. Well, what can you do: databases are always in fashion.

    4. Paul Allen

    Paul Allen

    Net Worth: $18.0 billion
    Company: Microsoft

    There was a time when Paul and Bill were both in the overall top 10 list of billionaires, but this was a long, long time ago. Now, Paul is at the 19th place overall and only fourth in IT, with the Google guys breathing down his neck. His ties with Microsoft aren’t so strong, and he sold some 68 million shares of the company, which left him with a meager sum of 138 million shares. He likes to invest in anything and anyone: real estate, sports, even space programs. He’s also known for owning the Octopus, the world’s fifth biggest yacht, as well as a couple of smaller ones.

    5 & 6. Sergey Brin & Larry Page

    Sergey BrinLarry Page

    Net Worth: $16.6 billion (each)
    Company: Google

    We’ve put these two rascals together because their huge wallets are the exact same size. Combine their wealth, and they jump to number 3; I hope you guys realize why it’s bad to have a co-founder? If you must have one, at least stab them in the back and get rid of ‘em before you get wealthy, so you don’t have to share. But, we digress. The fact that these sheer billions originate from an algorithm and an almost blank white web page with a colorful logo and a single form is still astonishing.

    7. Michael Dell

    Michael Del

    Net Worth: $15.8 billion
    Company: Dell

    When you count all the problems that Dell (the company) had, it’s a wonder that it still manages to be the number one hardware company in the world (or, if you ask HP, the number two company). Michael is currently struggling to retain this position as he took control of the company once again, replacing Kevin Rollins at the beginning of this year, and the situation is not too cheery at the moment, so you can expect Michael to drop a position on this list real soon.

    8. Steven Ballmer

    Steven Ballmer

    Net Worth: $15.0 billion
    Company: Microsoft

    Developers developers developers! Laugh all you like (heck, take a look at that dancing video on YouTube again if you must), but he’s got 15 billion dollars, and you have to choose between the iPhone and food for a month. Oh yeah, although he has money to burn, Steve has an office smaller than my bathroom. Go figure.

    9. Naguib Sawiris


    Net Worth: $10.0 billion
    Company: Orascom Telecom Holding

    Naguib Sawiris is the chairman and CEO of Egypt’s Orascom Telecom, a multinational GSM mobile phone operating in the emerging markets of Middle East, Africa, and South Asia. As a good indicator of just how fast these markets grow, just look at Naguib’s last year position on Forbes’ list: 278.

    10. Sunil Mittal


    Net Worth: $9.5 billion
    Company: Bharti Telecom

    More proof that if you want to be a multi-billionaire, the telecoms industry is where it’s at. Sunil Mittal is the chairman and managing director of Bharti group, which runs India’s largest GSM mobile phone service. Although Sunil has nearly $9.5 billion dollars, he’s only the 6th richest Indian in the world. Talk about fierce competition.

    SHARETHIS.addEntry({ title: “10 Richest People in Tech”, url: “; });ShareThis

    Perdebatan muncul tidak hanya karena kebijakan UN yang digulirkan Departemen Pendidikan Nasional minim sosialisasi dan tertutup, tapi lebih pada hal yang bersifat fundamental secara yuridis dan pedagogis. Dari hasil kajian Koalisi Pendidikan, setidaknya ada empat penyimpangan dengan digulirkannya UN.

    Pertama, aspek pedagogis. Dalam ilmu kependidikan, kemampuan peserta didik mencakup tiga aspek, yakni pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (afektif). Tapi yang dinilai dalam UN hanya satu aspek kemampuan, yaitu kognitif, sedangkan kedua aspek lain tidak diujikan sebagai penentu kelulusan.

    Kedua, aspek yuridis. Beberapa pasal dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 telah dilanggar, misalnya pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan, yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. UN hanya mengukur kemampuan pengetahuan dan penentuan standar pendidikan yang ditentukan secara sepihak oleh pemerintah.

    Pasal 58 ayat 1 menyatakan, evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Kenyataannya, selain merampas hak guru melakukan penilaian, UN mengabaikan unsur penilaian yang berupa proses.

    Selain itu, pada pasal 59 ayat 1 dinyatakan, pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Tapi dalam UN pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang sebenarnya merupakan tugas pendidik.

    Ketiga, aspek sosial dan psikologis. Dalam mekanisme UN yang diselenggarakannya, pemerintah telah mematok standar nilai kelulusan 3,01 pada tahun 2002/2003 menjadi 4,01 pada tahun 2003/2004 dan 4,25 pada tahun 2004/2005. Ini menimbulkan kecemasan psikologis bagi peserta didik dan orang tua siswa. Siswa dipaksa menghafalkan pelajaran-pelajaran yang akan di-UN-kan di sekolah ataupun di rumah.

    Keempat, aspek ekonomi. Secara ekonomis, pelaksanaan UN memboroskan biaya. Tahun lalu, dana yang dikeluarkan dari APBN mencapai Rp 260 miliar, belum ditambah dana dari APBD dan masyarakat. Pada 2005 memang disebutkan pendanaan UN berasal dari pemerintah, tapi tidak jelas sumbernya, sehingga sangat memungkinkan masyarakat kembali akan dibebani biaya. Selain itu, belum dibuat sistem yang jelas untuk menangkal penyimpangan finansial dana UN. Sistem pengelolaan selama ini masih sangat tertutup dan tidak jelas pertanggungjawabannya. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penyimpangan (korupsi) dana UN.

    Selain itu, pada penyelenggaraan UAN tahun ajaran 2003/2004, Koalisi Pendidikan menemukan berbagai penyimpangan, dari teknis hingga finansial. Pertama, teknik penyelenggaraan. Perlengkapan ujian tidak disediakan secara memadai. Misalnya, dalam mata pelajaran bahasa Inggris, salah satu kemampuan yang diujikan adalah listening. Supaya bisa menjawab soal dengan baik, peserta ujian memerlukan alat untuk mendengar (tape dan earphone). Pada prakteknya, penyelenggara ujian tidak memiliki persiapan peralatan penunjang yang baik.

    Kedua, pengawasan. Dalam penyelenggaraan ujian, pengawasan menjadi bagian penting dalam UAN untuk memastikan tidak terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh peserta. Fungsi pengawasan ini diserahkan kepada guru dengan sistem silang–pengawas tidak berasal dari sekolah yang bersangkutan, tapi dari sekolah lain. Tapi, pada kenyataannya, terjadi kerja sama antarguru untuk memudahkan atau memberi peluang siswa menyontek.

    Kasus di beberapa sekolah, guru, terutama untuk mata pelajaran yang dibuat secara nasional seperti matematika, bahasa Inggris, atau ekonomi, dengan berbagai modus memberi kunci jawaban kepada siswa. Selain itu, pada tingkat penyelenggara pendidikan daerah seperti dinas pendidikan, usaha untuk menggelembungkan (mark-up) hasil ujian pun terjadi. Caranya dengan membuat tim untuk membetulkan jawaban-jawaban siswa.

    Ketiga, pembiayaan. Dalam dua kali UAN, penyelenggaraannya dibebankan pada pemerintah pusat dan daerah melalui APBN dan APBD. Artinya, peserta ujian dibebaskan dari biaya mengikuti UAN. Tapi, pada tingkatan sekolah, tidak jelas bagaimana sistem penghitungan dan distribusi dana ujian (baik APBN maupun APBD). Posisi sekolah hanya tinggal menerima alokasi yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara di atasnya. Akibatnya, walau menerima dana untuk menyelenggarakan UAN, sekolah menganggap jumlahnya tidak mencukupi, sehingga kemudian membebankannya pada peserta ujian. Caranya dengan menumpangkan pada biaya SPP atau biaya acara perpisahan.

    Sebenarnya, dalam pertemuan dengan Koalisi Pendidikan pada 4 November 2004, Menteri Pendidikan sudah menyatakan ketidaksetujuannya pada UAN dan akan menggantinya dengan ujian masuk pada sekolah-sekolah yang dianggap elite. Apalagi dukungan DPR pun tidak ada. Sebagai bentuk ketidaksetujuannya, Komisi Pendidikan DPR tidak mengalokasikan dana untuk UAN pada tahun 2005.

    Sayangnya, tiba-tiba Menteri Pendidikan menggulirkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2005 sebagai dasar Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan UN. Karena secara substansial tidak ada perbedaan signifikan antara UN tahun ajaran 2004/2005 dan UAN tahun ajaran 2002/2003 dan 2003/2004, perdebatan yang sama terjadi kembali.(Ade Irawan, Sekretaris Koalisi Pendidikan, Anggota Badan Pekerja ICW)